Karena lantainya yang sangat banyak, gedung-gedung pencakar langit di Ibukota pada akhirnya tidak lagi menggunakan lift yang kita tentukan lantainya di dalam. Sehingga, kita harus menentukan lantai mana yang dituju sebelum masuk lift.

Gedung-gedung pencakar langit seperti Menara BCA, Wisma 46, Gedung UOB, GKBI, dan hampir semua gedung berlantai di atas 25 sudah menggunakan sistem lift baru. Lift ini bernama Schindler Miconic 10. Bagi yang pertama kali menggunakannya akan kaget karena di dalam lift tidak ada tombol lantai sama sekali. Padahal teknologi ini sudah ada sejak tahun 90an, sejak rekor gedung terpecahkan oleh Wisma 46.

Twisters pasti nggak mau kesasar kan? Apalagi menurut beberapa orang yang bekerja di gedung pencakar langit, sekali salah naik bisa harus turun lagi ke lantai dasar! Jadi, Twisctre.com akan ajarkan cara naik lift model begini, berhubung cukup banyak masyarakat Ibukota dan kota besar lain yang beraktivitas di gedung berlantai banyak.

1. Jangan Salah Masuk Lift!

Sebelum masuk lift, sangat-sangat disarankan bertanya dulu ke petugas: lift mana yang harus digunakan. Soalnya, banyak gedung yang menggunakan zonasi lantai. Contohnya Zone 1 lantai dasar-lantai 30, Zone 2 lantai 31-50. Kalau salah masuk lift, tidak akan sampai lantai tujuan, berhubung lift lantai 31-50 akan meloncati lantai 1-30 dan lift lantai 1-30 tidak melayani tujuan lantai 31-50.

Kalau tidak sampai tujuan, mau tidak mau harus mengulangi dari lantai paling bawah.

Umumnya, penunjuk menuju lantai tertentu cukup jelas. Contoh di Menara BCA yang punya 3 zona lift: zona 1 (1-28) ada di dekat kumpulan ATM BCA, zona 2 (29-40) ada di sebelah kiri papan penunjuk nama kantor, dan zona 3 (41-56) jelas terdapat penunjuk ke restoran Skye (lantai 56). Pastikan tidak salah masuk!

2. Temukan Papan Seperti Keypad

Setelah masuk, cari papan berbentuk seperti ini.


Papan keypad ini digunakan buat menekan lantai tujuan. Hati-hati, kalau buru-buru kadang papan ini nggak terlihat, akibatnya ya bisa main masuk lift.

3. Tekan Lantai Tujuan

Kalau sudah ketemu papan keypad, tekan lantai yang kamu mau. Contoh, mau ke lantai 38 tekan angka 3 dan 8 sampai di layar ada angka 38. Kalau kamu pengguna kursi roda, bisa juga tekan tombol kursi roda. Nanti di layar akan muncul angka 4 terbalik, Twisters.

Di gedung-gedung tertentu, ada lantai negatif yang berarti lantai dasar. Biasanya ini dilakukan dengan menekan "tanda bintang" di bawah angka 7, lalu tekan angka lantai yang dituju. Contoh lantai -2 atau lantai dasar dengan tekan "bintang" lalu tekan 2.

Di beberapa gedung, seperti di hotel dan beberapa perkantoran, ada yang dengan menyentuhkan visitor card/kartu tamu ke alat pembaca langsung ketahuan mau ke lantai berapa. Sebab lantai yang dituju sudah di-input ke kartu tamu.

4. Naik Lift Sesuai Huruf di Papan Keypad

Setelah menekan lantai yang dituju, jangan asal naik lift Twisters. Contoh setelah kamu tekan angka 38 keluar huruf G, maka kamu harus naik lift G. Jangan naik lift H sekalipun lift yang itu yang kebetulan terbuka.

Video Tutorial

Dengan keamanan tingkat tinggi yang diterapkan gedung-gedung, agak sulit merekam cara naik lift ini, bahkan termasuk oleh beberapa YouTuber maniak lift. [Jangan salah, ada yang menjadikan lift ini hobi seperti halnya kereta api dan mobil.] Namun, Twisctre.com berhasil mendapatkan video tutorial ini, untuk membantu memahami naik lift model baru ini.


Semoga tips naik lift ini bermanfaat bagi kamu, Twisters! Apalagi sekarang sedang ramai orang cari kerja atau lamar kerja, dan bisa jadi pertama kalinya berkenalan dengan sistem lift unik seperti ini. Jangan sampai ketidaktahuan cara pakai lift mengacaukan kegiatanmu!

Cara Pakai Lift Gedung Tinggi Jakarta: Beda dengan Lift Biasa


Karena lantainya yang sangat banyak, gedung-gedung pencakar langit di Ibukota pada akhirnya tidak lagi menggunakan lift yang kita tentukan lantainya di dalam. Sehingga, kita harus menentukan lantai mana yang dituju sebelum masuk lift.

Gedung-gedung pencakar langit seperti Menara BCA, Wisma 46, Gedung UOB, GKBI, dan hampir semua gedung berlantai di atas 25 sudah menggunakan sistem lift baru. Lift ini bernama Schindler Miconic 10. Bagi yang pertama kali menggunakannya akan kaget karena di dalam lift tidak ada tombol lantai sama sekali. Padahal teknologi ini sudah ada sejak tahun 90an, sejak rekor gedung terpecahkan oleh Wisma 46.

Twisters pasti nggak mau kesasar kan? Apalagi menurut beberapa orang yang bekerja di gedung pencakar langit, sekali salah naik bisa harus turun lagi ke lantai dasar! Jadi, Twisctre.com akan ajarkan cara naik lift model begini, berhubung cukup banyak masyarakat Ibukota dan kota besar lain yang beraktivitas di gedung berlantai banyak.

1. Jangan Salah Masuk Lift!

Sebelum masuk lift, sangat-sangat disarankan bertanya dulu ke petugas: lift mana yang harus digunakan. Soalnya, banyak gedung yang menggunakan zonasi lantai. Contohnya Zone 1 lantai dasar-lantai 30, Zone 2 lantai 31-50. Kalau salah masuk lift, tidak akan sampai lantai tujuan, berhubung lift lantai 31-50 akan meloncati lantai 1-30 dan lift lantai 1-30 tidak melayani tujuan lantai 31-50.

Kalau tidak sampai tujuan, mau tidak mau harus mengulangi dari lantai paling bawah.

Umumnya, penunjuk menuju lantai tertentu cukup jelas. Contoh di Menara BCA yang punya 3 zona lift: zona 1 (1-28) ada di dekat kumpulan ATM BCA, zona 2 (29-40) ada di sebelah kiri papan penunjuk nama kantor, dan zona 3 (41-56) jelas terdapat penunjuk ke restoran Skye (lantai 56). Pastikan tidak salah masuk!

2. Temukan Papan Seperti Keypad

Setelah masuk, cari papan berbentuk seperti ini.


Papan keypad ini digunakan buat menekan lantai tujuan. Hati-hati, kalau buru-buru kadang papan ini nggak terlihat, akibatnya ya bisa main masuk lift.

3. Tekan Lantai Tujuan

Kalau sudah ketemu papan keypad, tekan lantai yang kamu mau. Contoh, mau ke lantai 38 tekan angka 3 dan 8 sampai di layar ada angka 38. Kalau kamu pengguna kursi roda, bisa juga tekan tombol kursi roda. Nanti di layar akan muncul angka 4 terbalik, Twisters.

Di gedung-gedung tertentu, ada lantai negatif yang berarti lantai dasar. Biasanya ini dilakukan dengan menekan "tanda bintang" di bawah angka 7, lalu tekan angka lantai yang dituju. Contoh lantai -2 atau lantai dasar dengan tekan "bintang" lalu tekan 2.

Di beberapa gedung, seperti di hotel dan beberapa perkantoran, ada yang dengan menyentuhkan visitor card/kartu tamu ke alat pembaca langsung ketahuan mau ke lantai berapa. Sebab lantai yang dituju sudah di-input ke kartu tamu.

4. Naik Lift Sesuai Huruf di Papan Keypad

Setelah menekan lantai yang dituju, jangan asal naik lift Twisters. Contoh setelah kamu tekan angka 38 keluar huruf G, maka kamu harus naik lift G. Jangan naik lift H sekalipun lift yang itu yang kebetulan terbuka.

Video Tutorial

Dengan keamanan tingkat tinggi yang diterapkan gedung-gedung, agak sulit merekam cara naik lift ini, bahkan termasuk oleh beberapa YouTuber maniak lift. [Jangan salah, ada yang menjadikan lift ini hobi seperti halnya kereta api dan mobil.] Namun, Twisctre.com berhasil mendapatkan video tutorial ini, untuk membantu memahami naik lift model baru ini.


Semoga tips naik lift ini bermanfaat bagi kamu, Twisters! Apalagi sekarang sedang ramai orang cari kerja atau lamar kerja, dan bisa jadi pertama kalinya berkenalan dengan sistem lift unik seperti ini. Jangan sampai ketidaktahuan cara pakai lift mengacaukan kegiatanmu!

2 comments:

  1. Beneran baru tau sistem lift di gedung pencakar langit Jakarta ada sistem kek gitu. Brarti kalau salah naik lift, harus turun ke lantai dasar dan lindah ke zona lift yang lain untuk naik ke lantai tujuan ya? Hahaha. Kalau saya nggak baca ini mungkin akan nyasar berjam-jam di gedung tersebut. Nice share. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu kalau mas mau ke lt 35 tapi naik lift yg cuma sampai lt 30. Atau mau ke lt 21 tapi pencet lift yg meloncati lantai itu (pengalaman di menara BCA lt 38, yg di lobbynya ada lift ke skye, kalo di lt 38 bagian lift-nya ditembok)

      Tapi setau saya sih kartu tamu sudah otomatis akan ngarahin nanti kalau kayak di menara bca, ke lt 1-28 dipisah sm 29-40, kartu karyawan jg sptnya sama, jadi ya sudah dicegah sistem

      Sistem ini udah dari tahun 90an, tapi berhubung skyscrapers baru banyak di sini th 2010an ya begitu deh.

      Delete