Eskalator Tanah Abang saat baru dioperasikan (http://femaleradio.co.id/female-info/jakartas-info/....eskalator)
Pengguna KRL Commuter Line mulai dibudayakan dua lajur naik eskalator sejak peresmian eskalator Stasiun Tanah Abang. Commuter Line sudah menyosialisasikan melalui akun-akun resminya.

KRL Commuter Line sebagai transportasi andalan ibukota mulai menetapkan aturan baru mengenai penggunaan eskalator. Stasiun Tanah Abang menjadi titik uji coba sosialisasi naik turun eskalator yang benar di KRL. Di saat berdekatan, di Stasiun Juanda juga mulai disosialisasikan garis antrean untuk penumpang masuk dan penumpang keluar supaya tidak saling berebut.

Stasiun Tanah Abang dipilih sebagai tempat uji coba kebijakan ini salah satunya karena ramainya penumpang, apalagi ketika kereta Serpong tiba dan orang beramai-ramai berpindah ke jalur 3 tujuan Sudirman Manggarai. Eskalator dan JPO Tanah Abang ini menghapuskan penyeberangan sebidang yang dulu ada di bawah eskalator ini, sebab dinilai sangat membahayakan dan menghalangi keluar masuk kereta api.

Dari beberapa post di media sosial PT KCJ (Instagram @krlcommuterline dan Twitter @CommuterLine), terlihat petugas mengarahkan orang-orang yang ada di sebelah kanan eskalator untuk berjalan cepat dikarenakan lajur kanan eskalator untuk mendahului. Konsep ini meniru eskalator di Jepang yang memisahkan lajur untuk yang terburu-buru (harus melangkah di eskalator) dan yang tidak (diam saja di eskalator).



Diharapkan kebijakan pemisahan ini dapat membantu orang yang butuh cepat tidak saling silang dengan yang tidak terburu-buru. Kemungkinan ke depannya kebijakan ini juga akan diberlakukan di stasiun-stasiun bereskalator lainnya, contohnya Juanda dan Sudirman.

Beberapa orang berharap edukasi penumpang dan tata cara berkereta api bisa diberlakukan dari sini. Sejumlah tanggapan dipilih dari balasan tweet @CommuterLine.




Sementara itu, di Stasiun Tanah Abang sendiri terpantau pada Jumat (4/8) pagi sekitar jam 07.30, eskalator dijejali penumpang dan mengantre panjang. Begitu juga tangga yang ada di sisi utara dan selatan stasiun. Penumpang yang dari jalur Serpong menumpuk menunggu naik eskalator, sementara KRL dari Duri menuju Sudirman keburu diberangkatkan sebelum orang-orang sempat menyeberang.

Eskalator dan semua sarana penyeberangan terlihat sekali tidak memadai dan menyebabkan penumpukan penumpang. Tentunya bisa menjadi evaluasi PT KCJ untuk menambah frekuensi kereta atau merekayasa eskalator supaya tidak terjadi penumpukan penumpang.

Eskalator Tanah Abang: Lajur Kanan untuk Mendahului!


Eskalator Tanah Abang saat baru dioperasikan (http://femaleradio.co.id/female-info/jakartas-info/....eskalator)
Pengguna KRL Commuter Line mulai dibudayakan dua lajur naik eskalator sejak peresmian eskalator Stasiun Tanah Abang. Commuter Line sudah menyosialisasikan melalui akun-akun resminya.

KRL Commuter Line sebagai transportasi andalan ibukota mulai menetapkan aturan baru mengenai penggunaan eskalator. Stasiun Tanah Abang menjadi titik uji coba sosialisasi naik turun eskalator yang benar di KRL. Di saat berdekatan, di Stasiun Juanda juga mulai disosialisasikan garis antrean untuk penumpang masuk dan penumpang keluar supaya tidak saling berebut.

Stasiun Tanah Abang dipilih sebagai tempat uji coba kebijakan ini salah satunya karena ramainya penumpang, apalagi ketika kereta Serpong tiba dan orang beramai-ramai berpindah ke jalur 3 tujuan Sudirman Manggarai. Eskalator dan JPO Tanah Abang ini menghapuskan penyeberangan sebidang yang dulu ada di bawah eskalator ini, sebab dinilai sangat membahayakan dan menghalangi keluar masuk kereta api.

Dari beberapa post di media sosial PT KCJ (Instagram @krlcommuterline dan Twitter @CommuterLine), terlihat petugas mengarahkan orang-orang yang ada di sebelah kanan eskalator untuk berjalan cepat dikarenakan lajur kanan eskalator untuk mendahului. Konsep ini meniru eskalator di Jepang yang memisahkan lajur untuk yang terburu-buru (harus melangkah di eskalator) dan yang tidak (diam saja di eskalator).



Diharapkan kebijakan pemisahan ini dapat membantu orang yang butuh cepat tidak saling silang dengan yang tidak terburu-buru. Kemungkinan ke depannya kebijakan ini juga akan diberlakukan di stasiun-stasiun bereskalator lainnya, contohnya Juanda dan Sudirman.

Beberapa orang berharap edukasi penumpang dan tata cara berkereta api bisa diberlakukan dari sini. Sejumlah tanggapan dipilih dari balasan tweet @CommuterLine.




Sementara itu, di Stasiun Tanah Abang sendiri terpantau pada Jumat (4/8) pagi sekitar jam 07.30, eskalator dijejali penumpang dan mengantre panjang. Begitu juga tangga yang ada di sisi utara dan selatan stasiun. Penumpang yang dari jalur Serpong menumpuk menunggu naik eskalator, sementara KRL dari Duri menuju Sudirman keburu diberangkatkan sebelum orang-orang sempat menyeberang.

Eskalator dan semua sarana penyeberangan terlihat sekali tidak memadai dan menyebabkan penumpukan penumpang. Tentunya bisa menjadi evaluasi PT KCJ untuk menambah frekuensi kereta atau merekayasa eskalator supaya tidak terjadi penumpukan penumpang.

No comments:

Post a Comment