Kereta api memang menjadi primadona bagi angkutan barang dan penumpang. Angkutan barang, pada kasus tertentu, sering dibuatkan stasiun tersendiri supaya layanan penumpang. Sampai-sampai, ada stasiun yang tidak melayani penumpang sama sekali, bahkan pada kondisi darurat. Sebab jalur kereta api yang dilalui memang bukan untuk angkutan manusia.

Inilah stasiun-stasiun di Indonesia yang sama sekali tidak melayani penumpang. Stasiun yang ada di daftar ini berada di jalur yang bukan untuk kereta penumpang. Beberapa stasiun ada di jalur yang dilewati penumpang sehingga bisa saja layanan penumpang dibuka di sana ketika darurat, seperti stasiun Gedebage, Bandung.

Dalam daftar ini juga tidak ada depot/dipo tempat penyimpanan kereta api, karena secara teknis tempat penyimpanan rangkaian kereta tanpa layanan barang atau penumpang tidak dimasukkan ke dalam stasiun.

1. Stasiun Sukamenanti (SKN), Bandar Lampung

Stasiun Sukamenanti (Facebook Andrew Santoso)

Stasiun yang terletak di selatan Bandar Lampung ini khusus dibuat untuk persilangan kereta batubara atau Babaranjang. Letaknya dekat dengan pelabuhan Panjang dan titik akhir perjalanan Babaranjang di stasiun Tarahan.

2. Stasiun Karangtalun (KRL), Cilacap

Langsiran kereta Holcim (blog Maskurmambang)

Stasiun ini merupakan satu-satunya stasiun kereta di Indonesia yang benar-benar berada di lingkungan pabrik di zaman sekarang. Oleh karena lokasinya yang ada di dalam kawasan PT Holcim Cilacap, tidak ada layanan penumpang di stasiun ini. Stasiunnya juga dirahasiakan PT Holcim, tidak sembarang orang bisa masuk.

Hal yang bisa diamati oleh masyarakat umum adalah perlintasan kereta menuju stasiun Karangtalun di Jalan Damar. Jalan ini sering terhalangi langsiran kereta api Holcim lantaran stasiun Karangtalun tidak muat menampung kereta Holcim yang mencapai 14 gerbong.

Singkatan stasiun ini jangan dikelirukan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) ya.

3. Stasiun Jakarta Gudang (JAKG), Jakarta Utara



Stasiun ini merupakan stasiun terminus bagi kereta-kereta barang dan logistik di Ibukota. Termasuk di antaranya kereta api peti kemas dan kereta galon Aqua, dua perjalanan KA barang yang terkenal mengganggu perjalanan KRL Commuter Line.

Stasiun ini juga sering disebut stasiun pergudangan Kampung Bandan karena lokasinya dekat stasiun Kampung Bandan (KPB), namun bedanya Jakarta Gudang bisa diakses dari jalan tembus Kota Tua ke Ancol.

4. Stasiun Sidotopo (SDT), Surabaya


Stasiun ini mirip stasiun Purwakarta dan Cikaum, dikenal sebagai "kuburan" bagi berbagai jenis lokomotif dan rangkaian kereta yang sudah uzur. Sampai-sampai ada kisah mistisnya berhubung kondisi mengenaskan dari beberapa rangkaian bekas yang diparkir di sini.

Saat ini, stasiun Sidotopo hanya digunakan untuk layanan barang dan parkiran bagi lokomotif dan rangkaian yang diistirahatkan, dengan kata lain dikuburkan. Jalur stasiun ini adalah yang terbanyak di Indonesia untuk saat ini (18 jalur), di masa depan kemungkinan akan terkalahkan Stasiun Manggarai setelah benar-benar selesai, bertingkat dua seutuhnya (diproyeksikan 22-23 jalur).

Masyarakat umum tidak bisa memasuki area stasiun ini sembarangan tanpa izin, termasuk untuk pemotretan.

Stasiun ini memiliki percabangan jalur shortcut ke Kalimas/Pelabuhan Tanjung Perak dan jalur lurus ke dipo Pertamina Stasiun Benteng.

5. Stasiun Kalimas (KLM), Surabaya

Stasiun Kalimas terletak tak jauh dari pelabuhan Tanjung Perak, juga merupakan stasiun akhir bagi perjalanan kereta peti kemas dari pelabuhan Tanjung Perak, biasanya menuju stasiun Jakarta Gudang. Stasiun ini sangat penting untuk pengiriman barang parcel di Pulau Jawa.

6. Stasiun Pasoso (PSO) dan stasiun JICT, Jakarta Utara


Stasiun Pasoso terletak di dalam pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Biasanya digunakan untuk loading barang peti kemas bersama dengan stasiun Sungai Lagoa (Terminal Barang KA Sungai Lagoa) dan jalur baru JICT.

Di luar peti kemas, biasanya kegiatan di stasiun ini terkait kirim-mengirim BBM dari Dipo Pertamina Cilincing dan tentu yang terkenal adalah pemasangan rangkaian KRL baru datang dari Jepang ke jalur rel.

7. Stasiun Tarahan (THN), Bandar Lampung


Stasiun paling ujung di Pulau Sumatera setidaknya sampai 2021 ini adalah stasiun khusus bongkar muat batubara yang dibangun tahun 1980an. Kereta Babaranjang atau batu bara rangkaian panjang berakhir di sini, tepatnya di loop khusus pengambil batubara.

Ke depannya, stasiun ini bukanlah stasiun terujung di Sumatera, karena akan dibangun shortcut Rejosari-Tarahan yang diperpanjang sampai Bakauheni, kemungkinan melalui jalur Tol Lampung karena pembangunan Tol Lampung menyisakan ruang untuk jalur kereta api.

8. Stasiun Mesigit (MST), Surabaya



Stasiun yang mengambil namanya dari sebutan lain masjid ini berada di tengah perumahan padat, sampai kalau dari jauh sering disangka rumah warga. Stasiun ini berfungsi untuk mengatur keluar masuk stasiun Kalimas.

9. Stasiun Benteng (BET), Surabaya


Stasiun Benteng adalah stasiun terminus bagi kereta ketel atau angkutan BBM milik Pertamina. Seperti halnya stasiun barang lain, stasiun ini tidak boleh dimasuki sembarangan selain yang berwenang. Biasanya, kereta ketel dari sini bertujuan akhir Madiun dan Malang Kotalama, untuk mengangkut bahan bakar dari dan ke kota-kota tersebut.

10. Dipo Pertamina

Secara teknis, dipo ini bukan stasiun, namun fungsinya yang mirip beberapa stasiun di atas membuat Twisctre.com memasukkan ke daftar stasiun tak berpenumpang. Karena cukup banyaknya dipo milik Pertamina di Indonesia, akan diturunkan dalam artikel tersendiri.

Inilah Stasiun Kereta Api Tanpa Penumpang di Indonesia


Kereta api memang menjadi primadona bagi angkutan barang dan penumpang. Angkutan barang, pada kasus tertentu, sering dibuatkan stasiun tersendiri supaya layanan penumpang. Sampai-sampai, ada stasiun yang tidak melayani penumpang sama sekali, bahkan pada kondisi darurat. Sebab jalur kereta api yang dilalui memang bukan untuk angkutan manusia.

Inilah stasiun-stasiun di Indonesia yang sama sekali tidak melayani penumpang. Stasiun yang ada di daftar ini berada di jalur yang bukan untuk kereta penumpang. Beberapa stasiun ada di jalur yang dilewati penumpang sehingga bisa saja layanan penumpang dibuka di sana ketika darurat, seperti stasiun Gedebage, Bandung.

Dalam daftar ini juga tidak ada depot/dipo tempat penyimpanan kereta api, karena secara teknis tempat penyimpanan rangkaian kereta tanpa layanan barang atau penumpang tidak dimasukkan ke dalam stasiun.

1. Stasiun Sukamenanti (SKN), Bandar Lampung

Stasiun Sukamenanti (Facebook Andrew Santoso)

Stasiun yang terletak di selatan Bandar Lampung ini khusus dibuat untuk persilangan kereta batubara atau Babaranjang. Letaknya dekat dengan pelabuhan Panjang dan titik akhir perjalanan Babaranjang di stasiun Tarahan.

2. Stasiun Karangtalun (KRL), Cilacap

Langsiran kereta Holcim (blog Maskurmambang)

Stasiun ini merupakan satu-satunya stasiun kereta di Indonesia yang benar-benar berada di lingkungan pabrik di zaman sekarang. Oleh karena lokasinya yang ada di dalam kawasan PT Holcim Cilacap, tidak ada layanan penumpang di stasiun ini. Stasiunnya juga dirahasiakan PT Holcim, tidak sembarang orang bisa masuk.

Hal yang bisa diamati oleh masyarakat umum adalah perlintasan kereta menuju stasiun Karangtalun di Jalan Damar. Jalan ini sering terhalangi langsiran kereta api Holcim lantaran stasiun Karangtalun tidak muat menampung kereta Holcim yang mencapai 14 gerbong.

Singkatan stasiun ini jangan dikelirukan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) ya.

3. Stasiun Jakarta Gudang (JAKG), Jakarta Utara



Stasiun ini merupakan stasiun terminus bagi kereta-kereta barang dan logistik di Ibukota. Termasuk di antaranya kereta api peti kemas dan kereta galon Aqua, dua perjalanan KA barang yang terkenal mengganggu perjalanan KRL Commuter Line.

Stasiun ini juga sering disebut stasiun pergudangan Kampung Bandan karena lokasinya dekat stasiun Kampung Bandan (KPB), namun bedanya Jakarta Gudang bisa diakses dari jalan tembus Kota Tua ke Ancol.

4. Stasiun Sidotopo (SDT), Surabaya


Stasiun ini mirip stasiun Purwakarta dan Cikaum, dikenal sebagai "kuburan" bagi berbagai jenis lokomotif dan rangkaian kereta yang sudah uzur. Sampai-sampai ada kisah mistisnya berhubung kondisi mengenaskan dari beberapa rangkaian bekas yang diparkir di sini.

Saat ini, stasiun Sidotopo hanya digunakan untuk layanan barang dan parkiran bagi lokomotif dan rangkaian yang diistirahatkan, dengan kata lain dikuburkan. Jalur stasiun ini adalah yang terbanyak di Indonesia untuk saat ini (18 jalur), di masa depan kemungkinan akan terkalahkan Stasiun Manggarai setelah benar-benar selesai, bertingkat dua seutuhnya (diproyeksikan 22-23 jalur).

Masyarakat umum tidak bisa memasuki area stasiun ini sembarangan tanpa izin, termasuk untuk pemotretan.

Stasiun ini memiliki percabangan jalur shortcut ke Kalimas/Pelabuhan Tanjung Perak dan jalur lurus ke dipo Pertamina Stasiun Benteng.

5. Stasiun Kalimas (KLM), Surabaya

Stasiun Kalimas terletak tak jauh dari pelabuhan Tanjung Perak, juga merupakan stasiun akhir bagi perjalanan kereta peti kemas dari pelabuhan Tanjung Perak, biasanya menuju stasiun Jakarta Gudang. Stasiun ini sangat penting untuk pengiriman barang parcel di Pulau Jawa.

6. Stasiun Pasoso (PSO) dan stasiun JICT, Jakarta Utara


Stasiun Pasoso terletak di dalam pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Biasanya digunakan untuk loading barang peti kemas bersama dengan stasiun Sungai Lagoa (Terminal Barang KA Sungai Lagoa) dan jalur baru JICT.

Di luar peti kemas, biasanya kegiatan di stasiun ini terkait kirim-mengirim BBM dari Dipo Pertamina Cilincing dan tentu yang terkenal adalah pemasangan rangkaian KRL baru datang dari Jepang ke jalur rel.

7. Stasiun Tarahan (THN), Bandar Lampung


Stasiun paling ujung di Pulau Sumatera setidaknya sampai 2021 ini adalah stasiun khusus bongkar muat batubara yang dibangun tahun 1980an. Kereta Babaranjang atau batu bara rangkaian panjang berakhir di sini, tepatnya di loop khusus pengambil batubara.

Ke depannya, stasiun ini bukanlah stasiun terujung di Sumatera, karena akan dibangun shortcut Rejosari-Tarahan yang diperpanjang sampai Bakauheni, kemungkinan melalui jalur Tol Lampung karena pembangunan Tol Lampung menyisakan ruang untuk jalur kereta api.

8. Stasiun Mesigit (MST), Surabaya



Stasiun yang mengambil namanya dari sebutan lain masjid ini berada di tengah perumahan padat, sampai kalau dari jauh sering disangka rumah warga. Stasiun ini berfungsi untuk mengatur keluar masuk stasiun Kalimas.

9. Stasiun Benteng (BET), Surabaya


Stasiun Benteng adalah stasiun terminus bagi kereta ketel atau angkutan BBM milik Pertamina. Seperti halnya stasiun barang lain, stasiun ini tidak boleh dimasuki sembarangan selain yang berwenang. Biasanya, kereta ketel dari sini bertujuan akhir Madiun dan Malang Kotalama, untuk mengangkut bahan bakar dari dan ke kota-kota tersebut.

10. Dipo Pertamina

Secara teknis, dipo ini bukan stasiun, namun fungsinya yang mirip beberapa stasiun di atas membuat Twisctre.com memasukkan ke daftar stasiun tak berpenumpang. Karena cukup banyaknya dipo milik Pertamina di Indonesia, akan diturunkan dalam artikel tersendiri.

2 comments:

  1. Replies
    1. Btw jarak ME ke Tanjung Enim berapa ya? Jg apa ada fasilitas kayak stasiun? Soalnya bisa jadi kayak bukit duri dan dipo krl depok, sama diponya pertamina di Cilacap, gabisa digolongkan stasiun.

      Delete