TwiscJournal adalah tulisan pemilik Twisctre.com secara pribadi. Beberapa serial TwiscJournal sebelumnya sudah membahas tentang situs ini dan cerita di dalamnya. Ke depannya, akan lebih banyak ulasan tentang isu terkini di luar politik.

Twisctre didirikan dengan semangat millenials, pemiliknya generasi bisa dibilang millenial juga. Berbeda dengan beberapa media yang tetap dipegang generasi X-Y sebagai pimpinan utama. Pemilik Twisctre bukan cuma mengerti kalangan millenial zaman now, tetapi juga ada di dalamnya!

Tujuan gue buat Twisctre.com juga memasukkan sisi-sisi cerita orang, tips, yang belum ada orang menulisnya, padahal penting banget. Contohnya, tulisan soal cara naik lift - seems absurd, tapi itu datang dari pengalaman gue salah masuk ketika naik lift di Menara BCA. Baru sadar gara-gara tidak terlihat berhenti di lantai 38.

Lanjut! Sekarang gue sedang mengembangkan cara menulis yang runut, padat, namun tulisannya ringan dan tentu jumlah katanya tidak banyak. Ini mulai berlaku di semua media tempat gue menulis. Intinya, tulisan superpanjang hanya disajikan pada keadaan khusus.

Untuk media online, tentu tulisan yang compact seperti itu yang sangat-sangat dicari. Tidak bertele-tele namun menjawab permasalahan. Atas dasar ini Twisctre.com dibikin, mencarikan solusi buat masalah dengan cara sesingkat mungkin dan seenak mungkin dibaca.

Kenapa tulisan zaman sekarang modelnya begitu juga, termasuk di Twisctre?

1. Minat Baca Kurang
Ya, seperti sering digaungkan Najwa Shihab sang duta baca Indonesia, minat baca masyarakat sini kurang. Nah, tentu kalau begini, diberikan artikel paragraf panjang bisa nggak masuk. Sampai-sampai seorang pakar blogger, Mas Sugeng, menyarankan jangan tulis paragraf panjang. (sumber)

Untuk mendorong minat baca, makanya masyarakat harus diberi yang singkat dulu. Yang panjang-panjang seperti buku baru diberikan kalau sudah terbiasa baca artikel pendek.

2. Solusi Cepat
Sering orang membuka Google karena kepepet, butuh solusi dalam waktu cepat kalau perlu kilat. Contohnya cari tahu tentang masalah komputer. Kalau tidak cepat bisa wassalam itu komputer. Kadang juga soal cara menuju ke suatu tempat, anehnya sudah dekat baru Googling/buka Google Maps.

Kalau artikelnya kepanjangan, habis waktu mereka di baca doang. Masalahnya bukannya selesai malah tambah parah.

3. Waktu Baca Terbatas
Nggak jauh beda dengan kebutuhan akan solusi cepat. Orang sekarang supersibuk, ada yang jarang baca media online juga. Nah, dengan waktu yang terbatas dimiliki orang, kita harus bisa memasukkan sesuatu ke dalam kepala mereka. Tulisannya saja dipersingkat.

4. Waktu Tulis Terbatas
Kesibukan gue mengelola media lain dan padatnya jadwal belakangan membuat gue juga harus menulis berpacu dengan waktu. Bagaimana biar bisa seimbang semuanya. Susah banget, iya, tapi integrasi media dan urusan gue yang lain harus dilakukan.

Oleh karena itu, gue menulis poin-poinnya aja di situs ini. Pendek aja, seperti gue ngobrol dengan orang namun dengan mengurangi bahasa gaul/bahasa percakapan supaya enak dibaca. Namun, isinya juga harus compact. Menjawab semua kemauan pembaca.

Kalau caranya gimana? Wah, ntar aja deh gue ajarin. Hehehehe. Intinya, butuh waktu sih dalam belajar menulis singkat tapi padat. Tulisan singkat namun nggak sesingkat status dan komentar Facebook dan viral Line. Belajar dan jalani aja ya.

Baca juga tulisan lain di serial TwiscJournal. Nantikan ya setiap Jumat atau Sabtu dinihari!
  1. Twisctre Itu Apaan Sih?
  2. Memulai Kembali (1st post)

Kenapa Tulisan Zaman Sekarang Pendek-Pendek (termasuk Twisctre)?

TwiscJournal adalah tulisan pemilik Twisctre.com secara pribadi. Beberapa serial TwiscJournal sebelumnya sudah membahas tentang situs ini dan cerita di dalamnya. Ke depannya, akan lebih banyak ulasan tentang isu terkini di luar politik.

Twisctre didirikan dengan semangat millenials, pemiliknya generasi bisa dibilang millenial juga. Berbeda dengan beberapa media yang tetap dipegang generasi X-Y sebagai pimpinan utama. Pemilik Twisctre bukan cuma mengerti kalangan millenial zaman now, tetapi juga ada di dalamnya!

Tujuan gue buat Twisctre.com juga memasukkan sisi-sisi cerita orang, tips, yang belum ada orang menulisnya, padahal penting banget. Contohnya, tulisan soal cara naik lift - seems absurd, tapi itu datang dari pengalaman gue salah masuk ketika naik lift di Menara BCA. Baru sadar gara-gara tidak terlihat berhenti di lantai 38.

Lanjut! Sekarang gue sedang mengembangkan cara menulis yang runut, padat, namun tulisannya ringan dan tentu jumlah katanya tidak banyak. Ini mulai berlaku di semua media tempat gue menulis. Intinya, tulisan superpanjang hanya disajikan pada keadaan khusus.

Untuk media online, tentu tulisan yang compact seperti itu yang sangat-sangat dicari. Tidak bertele-tele namun menjawab permasalahan. Atas dasar ini Twisctre.com dibikin, mencarikan solusi buat masalah dengan cara sesingkat mungkin dan seenak mungkin dibaca.

Kenapa tulisan zaman sekarang modelnya begitu juga, termasuk di Twisctre?

1. Minat Baca Kurang
Ya, seperti sering digaungkan Najwa Shihab sang duta baca Indonesia, minat baca masyarakat sini kurang. Nah, tentu kalau begini, diberikan artikel paragraf panjang bisa nggak masuk. Sampai-sampai seorang pakar blogger, Mas Sugeng, menyarankan jangan tulis paragraf panjang. (sumber)

Untuk mendorong minat baca, makanya masyarakat harus diberi yang singkat dulu. Yang panjang-panjang seperti buku baru diberikan kalau sudah terbiasa baca artikel pendek.

2. Solusi Cepat
Sering orang membuka Google karena kepepet, butuh solusi dalam waktu cepat kalau perlu kilat. Contohnya cari tahu tentang masalah komputer. Kalau tidak cepat bisa wassalam itu komputer. Kadang juga soal cara menuju ke suatu tempat, anehnya sudah dekat baru Googling/buka Google Maps.

Kalau artikelnya kepanjangan, habis waktu mereka di baca doang. Masalahnya bukannya selesai malah tambah parah.

3. Waktu Baca Terbatas
Nggak jauh beda dengan kebutuhan akan solusi cepat. Orang sekarang supersibuk, ada yang jarang baca media online juga. Nah, dengan waktu yang terbatas dimiliki orang, kita harus bisa memasukkan sesuatu ke dalam kepala mereka. Tulisannya saja dipersingkat.

4. Waktu Tulis Terbatas
Kesibukan gue mengelola media lain dan padatnya jadwal belakangan membuat gue juga harus menulis berpacu dengan waktu. Bagaimana biar bisa seimbang semuanya. Susah banget, iya, tapi integrasi media dan urusan gue yang lain harus dilakukan.

Oleh karena itu, gue menulis poin-poinnya aja di situs ini. Pendek aja, seperti gue ngobrol dengan orang namun dengan mengurangi bahasa gaul/bahasa percakapan supaya enak dibaca. Namun, isinya juga harus compact. Menjawab semua kemauan pembaca.

Kalau caranya gimana? Wah, ntar aja deh gue ajarin. Hehehehe. Intinya, butuh waktu sih dalam belajar menulis singkat tapi padat. Tulisan singkat namun nggak sesingkat status dan komentar Facebook dan viral Line. Belajar dan jalani aja ya.

Baca juga tulisan lain di serial TwiscJournal. Nantikan ya setiap Jumat atau Sabtu dinihari!
  1. Twisctre Itu Apaan Sih?
  2. Memulai Kembali (1st post)

No comments:

Post a Comment