Penyerbuan ojek online di Cawang (Warta Kota)

Ojek online sudah menjadi angkutan wajib bagi warga kota besar unuk melakukan perjalanan, dekat sampai cukup jauh. Sejak masuknya Go-Jek ke bisnis ini tahun 2015, pesaing utama mereka yaitu Grab dan Uber masuk dan membuat angkutan ini menjadi tulang punggung transportasi di kota besar, utamanya Jakarta.

Tentu ada berbagai kisah yang viral telah terjadi selama ojek online beroperasi di Indonesia. Apa saja? Twisctre.com akan merangkum semuanya buat kamu!

1. Tabrak lari



Kejadian tabrakan ojek pada tanggal 8 Maret 2017 terjadi di Tangerang. Supir tembak angkot menyupir sampai menyenggol driver ojek online, kemudian melarikan diri dengan tetap menjalankan kendaraannya dengan kencang. Video ini sangat viral di media sosial, meskipun tergolong tidak layak ditonton oleh anak di bawah umur.

Pada saat sama, terjadi demonstrasi menolak keberadaan ojek online yang dilakukan perkumpulan angkot di Tangerang. Demo tersebut ricuh dan terjadi perusakan helm ojek online sampai sweeping, menyebabkan transportasi Tangerang terganggu pada saat itu. Pasalnya, baik angkot maupun ojek online banyak yang tidak mau menarik penumpang.

Pemerintah Kota Tangerang sampai harus turun tangan mendamaikan dengan nota kesepakatan damai dan spanduk tanda perdamaian, sehingga beberapa hari kemudian kondisi baru bisa kembali normal. Kemudian demo-demo menolak ojek online ini merembet ke Bogor, Bekasi, Depok, dan Malang.

2. Serbuan Gojek dan Bentrok



Pengemudi ojek online sering kompakan ketika terjadi isu terhadap salah satu driver-nya. Salah satu penyerbuan paling viral adalah yang terjadi di Stasiun Cawang dan Kampus UI. Hal ini gara-gara rebutan penumpang antara ojek konvensional dan ojek online yang sampai berujung aksi kekerasan terhadap driver ojek online.

Meskipun di beberapa daerah sekarang ojek online dan ojek pangkalan sudah tidak pernah berkelahi rebutan penumpang lagi, sekarang sweeping masih terjadi di beberapa daerah, utamanya yang baru dapat layanan ojek aplikasi ini. Salah satu yang terjadi di 2017 berlokasi di Batam dan Bandar Lampung. Ada juga beberapa daerah, bahkan di Ibukota, sudah menjadi kesepakatan agar ojek online tidak mengambil penumpang demi mencegah kecemburuan ojek pangkalan.

3. Skandal Order Sakit Hati



Awal Agustus ini, terjadi skandal pemesanan Go-Food fiktif untuk Julianto dari Sugiarti. Diduga dilatarbelakangi masalah kejiwaan dan dendam pribadi, Sugiarti memesankan Go-Food untuk Julianto terus-menerus sampai tagihannya mencapai jutaan, nilai yang digolongkan tidak wajar sampai membebani keuangan Julianto.

Kasus ini sampai ditangani Polres Jakarta Timur dan menjadi bahan perbincangan di dunia maya, akibat Julianto menyebarkan cerita ini via Facebook.

4. Order Fiktif dan Fake GPS untuk Driver Curang

Ciri-ciri orderan fiktif Gojek (kaskus)

Pihak Gojek sempat mendenda 7000 pengendara pada tahun 2015 lantaran melakukan orderan fiktif (ofik). Modus order fiktif ini adalah melakukan order yang ditangkap oleh driver sendiri dan main batalkan begitu saja. Pihak Gojek mengetahui hal ini dari waktu perjalanan yang tidak mungkin, seperti 24 km dalam sekian detik saja.

Selain itu, kecurangan juga dilakukan pengemudi ojek online dengan penggunaan Fake GPS dan Tuyul Gojek/Gojek Mod. Hal ini memengaruhi driver jujur dengan persaingan tidak sehat dan berpengaruh ke penumpang dengan order tiba-tiba dibatalkan. Untuk Fake GPS, ada beberapa yang menggunakannya supaya bisa mendapatkan order di daerah mall atau gedung di mana diberlakukan larangan parkir oleh pemda atau pengelola.

5. Pengeroyokan



Berbeda dengan kasus di Tangerang di mana ojek online menjadi korban, di sini ada kasus pengeroyokan oleh driver Grab kepada penumpang karena diduga melakukan orderan fiktif. Padahal sang penumpang tidak melakukan orderan fiktif pada saat itu. Video ini dibagikan musisi Bonny Sidharta, namun tidak jelas siapa tokoh di video tersebut.

6. Parkir Sembarangan dan Pelanggaran Lalin


Ternyata salah satu promosi awal ojek online, yaitu menjanjikan driver yang taat lalin, tidak sepenuhnya terwujud. Banyak ojek pangkalan yang parkir dan mangkal di beberapa titik terlarang. Akibatnya, polisi sampai harus mengusir mereka karena dianggap membuat macet dan menghalangi lalu lintas di jalan. Beberapa pemilik toko yang keberatan juga melarang ojek online parkir di depan lapaknya, karena mengurangi jatah parkir bagi pengunjung toko.

Ada juga beberapa kasus ojek online melanggar lalu lintas dengan menerobos trotoar, lawan arus, dan aksi dilarang undang-undang lalu lintas.

7. Spanduk dan Kertas Penolakan Lucu



Memang kalau di lapangan spanduk ini akan menakutkan bagi sebagian orang, namun ada beberapa yang lucu. Seperti pada kasus konflik Gojek beberapa tahun lalu, sempat menyebar spanduk salah tulis penolakan ojek online. Seharusnya Grab Bike menjadi Grade Bike. Gojek juga kerap salah eja menjadi Gojeg, seperti di bawah.



8. Adanya akun memberitakan kisah-kasih ojek online


A post shared by Drama Ojek Online Indonesia (@dramaojol.id) on

Ada sejumlah akun Instagram yang menyebarkan kisah-kasih unik terkait ojek online, mulai dari driver yang seenaknya sendiri sampai salah paham antara pengguna dan driver. Salah satu akun tersebut adalah @dramaojol.id yang sempat viral karena diberitakan oleh salah satu media online Indonesia.

Beberapa akun lain seperti @dramaojol dan @dramauber.id sudah dikunci oleh pemiliknya tanpa alasan jelas. Ada juga akun serupa namun dengan pengikut sedikit, seperti @ojolstory.

Bagaimana menurut Twisters (pembaca) sekalian? Untuk kisah-kisah unik, akan dibahas di artikel berikutnya. Jangan lupa jaga keselamatan saat naik atau mengemudi ojek online!

Kisah-Kisah Viral Ojek Online

Penyerbuan ojek online di Cawang (Warta Kota)

Ojek online sudah menjadi angkutan wajib bagi warga kota besar unuk melakukan perjalanan, dekat sampai cukup jauh. Sejak masuknya Go-Jek ke bisnis ini tahun 2015, pesaing utama mereka yaitu Grab dan Uber masuk dan membuat angkutan ini menjadi tulang punggung transportasi di kota besar, utamanya Jakarta.

Tentu ada berbagai kisah yang viral telah terjadi selama ojek online beroperasi di Indonesia. Apa saja? Twisctre.com akan merangkum semuanya buat kamu!

1. Tabrak lari



Kejadian tabrakan ojek pada tanggal 8 Maret 2017 terjadi di Tangerang. Supir tembak angkot menyupir sampai menyenggol driver ojek online, kemudian melarikan diri dengan tetap menjalankan kendaraannya dengan kencang. Video ini sangat viral di media sosial, meskipun tergolong tidak layak ditonton oleh anak di bawah umur.

Pada saat sama, terjadi demonstrasi menolak keberadaan ojek online yang dilakukan perkumpulan angkot di Tangerang. Demo tersebut ricuh dan terjadi perusakan helm ojek online sampai sweeping, menyebabkan transportasi Tangerang terganggu pada saat itu. Pasalnya, baik angkot maupun ojek online banyak yang tidak mau menarik penumpang.

Pemerintah Kota Tangerang sampai harus turun tangan mendamaikan dengan nota kesepakatan damai dan spanduk tanda perdamaian, sehingga beberapa hari kemudian kondisi baru bisa kembali normal. Kemudian demo-demo menolak ojek online ini merembet ke Bogor, Bekasi, Depok, dan Malang.

2. Serbuan Gojek dan Bentrok



Pengemudi ojek online sering kompakan ketika terjadi isu terhadap salah satu driver-nya. Salah satu penyerbuan paling viral adalah yang terjadi di Stasiun Cawang dan Kampus UI. Hal ini gara-gara rebutan penumpang antara ojek konvensional dan ojek online yang sampai berujung aksi kekerasan terhadap driver ojek online.

Meskipun di beberapa daerah sekarang ojek online dan ojek pangkalan sudah tidak pernah berkelahi rebutan penumpang lagi, sekarang sweeping masih terjadi di beberapa daerah, utamanya yang baru dapat layanan ojek aplikasi ini. Salah satu yang terjadi di 2017 berlokasi di Batam dan Bandar Lampung. Ada juga beberapa daerah, bahkan di Ibukota, sudah menjadi kesepakatan agar ojek online tidak mengambil penumpang demi mencegah kecemburuan ojek pangkalan.

3. Skandal Order Sakit Hati



Awal Agustus ini, terjadi skandal pemesanan Go-Food fiktif untuk Julianto dari Sugiarti. Diduga dilatarbelakangi masalah kejiwaan dan dendam pribadi, Sugiarti memesankan Go-Food untuk Julianto terus-menerus sampai tagihannya mencapai jutaan, nilai yang digolongkan tidak wajar sampai membebani keuangan Julianto.

Kasus ini sampai ditangani Polres Jakarta Timur dan menjadi bahan perbincangan di dunia maya, akibat Julianto menyebarkan cerita ini via Facebook.

4. Order Fiktif dan Fake GPS untuk Driver Curang

Ciri-ciri orderan fiktif Gojek (kaskus)

Pihak Gojek sempat mendenda 7000 pengendara pada tahun 2015 lantaran melakukan orderan fiktif (ofik). Modus order fiktif ini adalah melakukan order yang ditangkap oleh driver sendiri dan main batalkan begitu saja. Pihak Gojek mengetahui hal ini dari waktu perjalanan yang tidak mungkin, seperti 24 km dalam sekian detik saja.

Selain itu, kecurangan juga dilakukan pengemudi ojek online dengan penggunaan Fake GPS dan Tuyul Gojek/Gojek Mod. Hal ini memengaruhi driver jujur dengan persaingan tidak sehat dan berpengaruh ke penumpang dengan order tiba-tiba dibatalkan. Untuk Fake GPS, ada beberapa yang menggunakannya supaya bisa mendapatkan order di daerah mall atau gedung di mana diberlakukan larangan parkir oleh pemda atau pengelola.

5. Pengeroyokan



Berbeda dengan kasus di Tangerang di mana ojek online menjadi korban, di sini ada kasus pengeroyokan oleh driver Grab kepada penumpang karena diduga melakukan orderan fiktif. Padahal sang penumpang tidak melakukan orderan fiktif pada saat itu. Video ini dibagikan musisi Bonny Sidharta, namun tidak jelas siapa tokoh di video tersebut.

6. Parkir Sembarangan dan Pelanggaran Lalin


Ternyata salah satu promosi awal ojek online, yaitu menjanjikan driver yang taat lalin, tidak sepenuhnya terwujud. Banyak ojek pangkalan yang parkir dan mangkal di beberapa titik terlarang. Akibatnya, polisi sampai harus mengusir mereka karena dianggap membuat macet dan menghalangi lalu lintas di jalan. Beberapa pemilik toko yang keberatan juga melarang ojek online parkir di depan lapaknya, karena mengurangi jatah parkir bagi pengunjung toko.

Ada juga beberapa kasus ojek online melanggar lalu lintas dengan menerobos trotoar, lawan arus, dan aksi dilarang undang-undang lalu lintas.

7. Spanduk dan Kertas Penolakan Lucu



Memang kalau di lapangan spanduk ini akan menakutkan bagi sebagian orang, namun ada beberapa yang lucu. Seperti pada kasus konflik Gojek beberapa tahun lalu, sempat menyebar spanduk salah tulis penolakan ojek online. Seharusnya Grab Bike menjadi Grade Bike. Gojek juga kerap salah eja menjadi Gojeg, seperti di bawah.



8. Adanya akun memberitakan kisah-kasih ojek online


A post shared by Drama Ojek Online Indonesia (@dramaojol.id) on

Ada sejumlah akun Instagram yang menyebarkan kisah-kasih unik terkait ojek online, mulai dari driver yang seenaknya sendiri sampai salah paham antara pengguna dan driver. Salah satu akun tersebut adalah @dramaojol.id yang sempat viral karena diberitakan oleh salah satu media online Indonesia.

Beberapa akun lain seperti @dramaojol dan @dramauber.id sudah dikunci oleh pemiliknya tanpa alasan jelas. Ada juga akun serupa namun dengan pengikut sedikit, seperti @ojolstory.

Bagaimana menurut Twisters (pembaca) sekalian? Untuk kisah-kisah unik, akan dibahas di artikel berikutnya. Jangan lupa jaga keselamatan saat naik atau mengemudi ojek online!

No comments:

Post a Comment