Sumber: twitter @gen1031fm

Radio FM bukannya tambah ditinggalkan, malah terlihat tambah menarik di mata para pengiklan. Hari Jumat (4/8) adalah perkenalan anggota baru Grup Mahaka Radio Integra yang membawahi Gen FM. Tiga sekaligus.
Tiga radio itu adalah yang tidak asing di kalangan pendengar radio lama, bahkan sebagian pendengar baru: Mustang 88 FM, 95.1 Kis FM, dan 105.8 Lite FM. Memang berita MARI (singkatan dari MAhaka Radio Integra) mengakuisisi 3 radio ini sudah ada di media, namun untuk 4 Agustus kemarin adalah hari press release dari direktur MARI, Adrian Syarkawi.

Grup radio Ramako dimiliki grup Gen FM sebesar 70%, masih pemilik saham mayoritas. Namun ada 30% saham yang kemungkinan membuat Ramako Group bisa tetap mengoperasikan dua stasiun mereka di Batam, Zoo FM dan Batam FM. Dua stasiun di Batam tidak ikut diakuisisi grup Gen FM dalam waktu dekat.

Dengan ini, jumlah stasiun yang dimiliki grup MARI sama dengan jumlah radio FM yang dimiliki pemerintah di Jabodetabek. Pemerintah memiliki 6 saluran FM RRI di Jabodetabek, 4 di Jakarta dan 2 di Bogor. Stasiun shortwave Voice of Indonesia dan stasiun AM di 999 AM tidak dihitung dalam artikel ini. Grup MARI memiliki 6 radio di Jakarta, sebelumnya hanya memiliki Jak FM dan Gen FM, kemudian ditambah dengan Hot 93.2 FM dan grup Ramako Jakarta.

Masih banyak lagi grup media yang memiliki lebih dari satu radio di Jakarta saja. Twisctre.com akan menyajikan dalam grafik berikut.



Catatan:
(1) Etnikom di Jakarta memiliki 1 stasiun yaitu Bens Radio. Di luar Jakarta ada 96.9 ADS Cikampek dan 93.7 Cilegon Radio. Radio ini tidak bertabrakan sinyalnya dengan radio Ibukota dan masih jarak kurang dari 100 km ditarik dari Monas, pada kasus tertentu tertangkap di pinggiran Bodetabek, sehingga masih bisa digolongkan radio "Jabodetabek"
(2)Kawasan di antara 93.2-94.3, 99.9-101, 106.6-108 memang dikhususkan untuk radio Bodetabek sehingga ada kasus tabrakan sinyal yang dianggap wajar karena terpisahkan Ibukota, seperti radio Tangerang dengan Bekasi. Namun banyak radio Bodetabek, Karawang, Banten yang mengambil space 0.2 MHz dari urutan radio Jakarta, contoh antara Mustang 88 FM dan Global 88.4 FM ada M2E 88.2 Bekasi, di antara Camajaya 102.6 dan 103 Pop FM ada radio BeFM 102.8 Karawang.

MRA
Terlihat di grafik tersebut bahwa di luar RRI dan grup MARI, pemain besar lain di Ibukota adalah MRA. MRA memiliki 5 brand, 3 punya jaringan di luar Jakarta: I-Radio, Trax FM, Hard Rock FM, sementara Cosmopolitan dan Brava fokus di Ibukota. MRA bahkan dianggap pesaing berat oleh grup Prambors (Masima Radionet/Jaringan Delta Female Indonesia) dan grup MARI sendiri. I-Radio pernah menjadi radio nomor satu di Jakarta pada masanya (1).

MNC
Kemudian, ada grup MNC yang memiliki 4 radio: V Radio, Sindo Trijaya, Global Radio, dan RDI. Saat ini, jaringan mereka yang paling banyak didengar dan salah satu terkuat adalah radio dangdutnya, RDI. RDI kerap diputar di berbagai tempat di Ibukota, meskipun punya saingan berat yaitu 93.9 Mersi FM, 105.4 Bandar Dangdut, dan 100.3 Elgangga. Bukan berarti jaringan radio lain tidak bersaing, salah satunya Sindo Trijaya bersaing dengan Pas FM berebut pasar bisnis, juga Elshinta dan RRI untuk pasar berita.

Masima/JDFI
Jaringan Delta Female Indonesia/JDFI, panggilan lain dari Grup Masima yang membawahi radio Prambors, sudah lama memiliki 4 radio di Jakarta. Grup besutan Malik Sjafei ini adalah grup radio swasta tertua di Jakarta yang masih eksis. Lihat saja Female Radio didirikan 1989, Bahana FM didirikan 34 tahun lalu. Delta FM didirikan dengan membeli radio kasidahan PTDI tahun 1992. Radio PTDI ini tidak main-main, awalnya dimiliki keturunan Jenderal Sudirman. (2)

Grup Masima sampai 10 tahun lalu adalah raja radio di Jakarta, memiliki 7 radio: Prambors, Delta, Female, M97 (sekarang RDI), Bahana FM, dan SPFM (sekarang Oz Radio). Radio One (sekarang Jak FM) juga secara tidak langsung dipegang Masima, beberapa jaringan Radio One berubah menjadi Prambors berkat kerja sama investornya dengan Masima. Nama-nama ini tidak asing di sejumlah pendengar radio Ibukota zaman dulu.

Kompas Gramedia
Kompas juga tidak kalah sebagai pemain lama, mereka punya Sonora 92 FM yang punya branding kuat sebagai radio variatif, multisegmen, dan semi-berita. Format Sonora tidak sepenuhnya talk show seperti Elshinta, namun jadwal Sonora memang banyak diisi dengan acara talk show lebih dari 3 menit. Untuk melibas pasar radio musik, mereka mengeluarkan Motion Radio 97.5 yang lebih banyak memainkan musik. Untuk pasar radio bisnis, mereka punya Smart 95.9 FM. 

Saat ini, ketiga radio milik Kompas Gramedia sudah berjaringan semua, tidak hanya di Ibukota. Motion Radio menggunakan nama radio tersebut hanya di Jakarta dan Bangka (akuisisi Jess FM), namun di beberapa kota mempertahankan nama lama seperti B'Post Radio (keterkaitan dengan Banjarmasin Post milik Grup Tribun) dan Raka FM Bandung. Sonora masih bersiaran menggunakan nama radio asal juga di beberapa daerah. Smart FM namanya sama di semua jaringannya, berhubung saat didirikan juga sampai menggunakan nama PT yang kalau digabung membentuk kata "Smart". (3)

Salah satu iklan berbagi takjil grup Sonora bekerja sama dengan jaringan tol (twitter Motion Radio)
CPP Radionet
Kemudian, ada pemain lama yaitu CPP Radionet, pada zaman dahulu sempat dikenal dengan caranya mengakuisisi banyak radio. (4) Saat ini mereka menguasai 92.4 Pas FM Jakarta dan 103 Pop FM Jakarta. Pop FM memiliki keunikan jarak studio dan pemancar sangat jauh. Studionya di Jakarta Barat berdekatan dengan studio Elshinta (namun tetap beda grup), sementara pemancarnya terletak di Depok. Pas FM sejak dulu dikenal sebagai radio para pengusaha, saing-saingan dengan Smart FM dan kemudian Brava Radio.

MPG Media
Di daftar grafik tadi terdapat pemain baru yaitu MPG Media. Grup media ini menguasai Virgin Radio, saat ini satu-satunya radio jaringan internasional di Indonesia yang ada di jalur FM. Virgin Radio menempati bekas 99ers Jakarta, CNJ Radio, dan Sys NS Radio di 99.9 FM. Keunggulan angka frekuensi, nama besar Virgin, dan konsep unik radio ini dalam waktu cepat membawa radio ini menjadi perhatian berat saingannya: grup Prambors dan MARI.

MPG Media dulunya terkenal sebagai rajanya media untuk luxury living dan kehidupan masyarakat kelas atas Ibukota. Bisnis punya keluarga Tjokrosaputro (Batik Keris) ini sampai sekarang masih memproduksi majalah yang kebanyakan ditujukan ke kaum sosialita, kemudian mulai merambah ke hotel dan website hangoutindo.com , tak lupa bisnis billboard Level Eight yang sudah merambah Indonesia.

Seiring waktu, Denise Tjokrosaputro sebagai CEO MPG Media merintis bisnis radio di 99.5 FM dengan nama Smooth FM. Dalam waktu relatif cepat radio ini banyak didengarkan orang Ibukota, apalagi dengan konsep more music, less talk, sengaja dibuat seperti mendengarkan aplikasi streaming musik. Konsep radio ini dirombak habis sejak punya teman di 99.9 FM bernama Virgin Radio menjadi lebih personal dan sedikit bicara.

Etnikom

Sebenarnya di Ibukota hanya ada satu stasiun yaitu Bens Radio 106.2 FM. Namun, di luar Jakarta ada dua stasiun Etnikom yang ada di wilayah masih bisa menangkap radio Jakarta. Mereka adalah 93.7 Krakatau Radio Cilegon dan 96.9 ADS Radio Cikampek. Twisctre.com memasukkan ke daftar karena masih ada kemungkinan singgungan antara radio-radio ini dengan radio Ibukota.

Grup Etnikom merupakan nama lain dari grup Bens Radio, mereka fokus kepada musik etnik (lagu daerah), tentu juga musik dangdut dan pop Indonesia. Jaringan mereka ada satu di setiap kota, salah satunya Bandung Radio 95.2 FM. Bens Radio menjadi salah satu radio yang banyak beredar di tempat umum Ibukota di luar RDI dan Gen FM.

Semua radio di atas memegang lebih dari satu radio dan paling berpeluang besar menjadi raja di industri radio. Namun, tidak sedikit yang meskipun sendiri di Ibukota (single fighter) namun tetap menjadi pemain kuat, seperti radio Elshinta di bawah grup Emtek Indosiar, U FM milik Femina, Bandar Dangdut CBB 105.4, dan radio Bodetabek seperti Star Radio, Mersi, Elgangga, Kisi, Lesmana.

Siapa jadi raja sekarang? Jelas grup Gen FM dan MARI. Ke depan, siapa yang bisa menebak? Namun yang akan selalu menjadi raja jelas RRI, sebab mereka berslogan "sekali di udara tetap di udara".

Catatan Kaki

Lomba Jadi Raja Radio FM di Jakarta


Sumber: twitter @gen1031fm

Radio FM bukannya tambah ditinggalkan, malah terlihat tambah menarik di mata para pengiklan. Hari Jumat (4/8) adalah perkenalan anggota baru Grup Mahaka Radio Integra yang membawahi Gen FM. Tiga sekaligus.
Tiga radio itu adalah yang tidak asing di kalangan pendengar radio lama, bahkan sebagian pendengar baru: Mustang 88 FM, 95.1 Kis FM, dan 105.8 Lite FM. Memang berita MARI (singkatan dari MAhaka Radio Integra) mengakuisisi 3 radio ini sudah ada di media, namun untuk 4 Agustus kemarin adalah hari press release dari direktur MARI, Adrian Syarkawi.

Grup radio Ramako dimiliki grup Gen FM sebesar 70%, masih pemilik saham mayoritas. Namun ada 30% saham yang kemungkinan membuat Ramako Group bisa tetap mengoperasikan dua stasiun mereka di Batam, Zoo FM dan Batam FM. Dua stasiun di Batam tidak ikut diakuisisi grup Gen FM dalam waktu dekat.

Dengan ini, jumlah stasiun yang dimiliki grup MARI sama dengan jumlah radio FM yang dimiliki pemerintah di Jabodetabek. Pemerintah memiliki 6 saluran FM RRI di Jabodetabek, 4 di Jakarta dan 2 di Bogor. Stasiun shortwave Voice of Indonesia dan stasiun AM di 999 AM tidak dihitung dalam artikel ini. Grup MARI memiliki 6 radio di Jakarta, sebelumnya hanya memiliki Jak FM dan Gen FM, kemudian ditambah dengan Hot 93.2 FM dan grup Ramako Jakarta.

Masih banyak lagi grup media yang memiliki lebih dari satu radio di Jakarta saja. Twisctre.com akan menyajikan dalam grafik berikut.



Catatan:
(1) Etnikom di Jakarta memiliki 1 stasiun yaitu Bens Radio. Di luar Jakarta ada 96.9 ADS Cikampek dan 93.7 Cilegon Radio. Radio ini tidak bertabrakan sinyalnya dengan radio Ibukota dan masih jarak kurang dari 100 km ditarik dari Monas, pada kasus tertentu tertangkap di pinggiran Bodetabek, sehingga masih bisa digolongkan radio "Jabodetabek"
(2)Kawasan di antara 93.2-94.3, 99.9-101, 106.6-108 memang dikhususkan untuk radio Bodetabek sehingga ada kasus tabrakan sinyal yang dianggap wajar karena terpisahkan Ibukota, seperti radio Tangerang dengan Bekasi. Namun banyak radio Bodetabek, Karawang, Banten yang mengambil space 0.2 MHz dari urutan radio Jakarta, contoh antara Mustang 88 FM dan Global 88.4 FM ada M2E 88.2 Bekasi, di antara Camajaya 102.6 dan 103 Pop FM ada radio BeFM 102.8 Karawang.

MRA
Terlihat di grafik tersebut bahwa di luar RRI dan grup MARI, pemain besar lain di Ibukota adalah MRA. MRA memiliki 5 brand, 3 punya jaringan di luar Jakarta: I-Radio, Trax FM, Hard Rock FM, sementara Cosmopolitan dan Brava fokus di Ibukota. MRA bahkan dianggap pesaing berat oleh grup Prambors (Masima Radionet/Jaringan Delta Female Indonesia) dan grup MARI sendiri. I-Radio pernah menjadi radio nomor satu di Jakarta pada masanya (1).

MNC
Kemudian, ada grup MNC yang memiliki 4 radio: V Radio, Sindo Trijaya, Global Radio, dan RDI. Saat ini, jaringan mereka yang paling banyak didengar dan salah satu terkuat adalah radio dangdutnya, RDI. RDI kerap diputar di berbagai tempat di Ibukota, meskipun punya saingan berat yaitu 93.9 Mersi FM, 105.4 Bandar Dangdut, dan 100.3 Elgangga. Bukan berarti jaringan radio lain tidak bersaing, salah satunya Sindo Trijaya bersaing dengan Pas FM berebut pasar bisnis, juga Elshinta dan RRI untuk pasar berita.

Masima/JDFI
Jaringan Delta Female Indonesia/JDFI, panggilan lain dari Grup Masima yang membawahi radio Prambors, sudah lama memiliki 4 radio di Jakarta. Grup besutan Malik Sjafei ini adalah grup radio swasta tertua di Jakarta yang masih eksis. Lihat saja Female Radio didirikan 1989, Bahana FM didirikan 34 tahun lalu. Delta FM didirikan dengan membeli radio kasidahan PTDI tahun 1992. Radio PTDI ini tidak main-main, awalnya dimiliki keturunan Jenderal Sudirman. (2)

Grup Masima sampai 10 tahun lalu adalah raja radio di Jakarta, memiliki 7 radio: Prambors, Delta, Female, M97 (sekarang RDI), Bahana FM, dan SPFM (sekarang Oz Radio). Radio One (sekarang Jak FM) juga secara tidak langsung dipegang Masima, beberapa jaringan Radio One berubah menjadi Prambors berkat kerja sama investornya dengan Masima. Nama-nama ini tidak asing di sejumlah pendengar radio Ibukota zaman dulu.

Kompas Gramedia
Kompas juga tidak kalah sebagai pemain lama, mereka punya Sonora 92 FM yang punya branding kuat sebagai radio variatif, multisegmen, dan semi-berita. Format Sonora tidak sepenuhnya talk show seperti Elshinta, namun jadwal Sonora memang banyak diisi dengan acara talk show lebih dari 3 menit. Untuk melibas pasar radio musik, mereka mengeluarkan Motion Radio 97.5 yang lebih banyak memainkan musik. Untuk pasar radio bisnis, mereka punya Smart 95.9 FM. 

Saat ini, ketiga radio milik Kompas Gramedia sudah berjaringan semua, tidak hanya di Ibukota. Motion Radio menggunakan nama radio tersebut hanya di Jakarta dan Bangka (akuisisi Jess FM), namun di beberapa kota mempertahankan nama lama seperti B'Post Radio (keterkaitan dengan Banjarmasin Post milik Grup Tribun) dan Raka FM Bandung. Sonora masih bersiaran menggunakan nama radio asal juga di beberapa daerah. Smart FM namanya sama di semua jaringannya, berhubung saat didirikan juga sampai menggunakan nama PT yang kalau digabung membentuk kata "Smart". (3)

Salah satu iklan berbagi takjil grup Sonora bekerja sama dengan jaringan tol (twitter Motion Radio)
CPP Radionet
Kemudian, ada pemain lama yaitu CPP Radionet, pada zaman dahulu sempat dikenal dengan caranya mengakuisisi banyak radio. (4) Saat ini mereka menguasai 92.4 Pas FM Jakarta dan 103 Pop FM Jakarta. Pop FM memiliki keunikan jarak studio dan pemancar sangat jauh. Studionya di Jakarta Barat berdekatan dengan studio Elshinta (namun tetap beda grup), sementara pemancarnya terletak di Depok. Pas FM sejak dulu dikenal sebagai radio para pengusaha, saing-saingan dengan Smart FM dan kemudian Brava Radio.

MPG Media
Di daftar grafik tadi terdapat pemain baru yaitu MPG Media. Grup media ini menguasai Virgin Radio, saat ini satu-satunya radio jaringan internasional di Indonesia yang ada di jalur FM. Virgin Radio menempati bekas 99ers Jakarta, CNJ Radio, dan Sys NS Radio di 99.9 FM. Keunggulan angka frekuensi, nama besar Virgin, dan konsep unik radio ini dalam waktu cepat membawa radio ini menjadi perhatian berat saingannya: grup Prambors dan MARI.

MPG Media dulunya terkenal sebagai rajanya media untuk luxury living dan kehidupan masyarakat kelas atas Ibukota. Bisnis punya keluarga Tjokrosaputro (Batik Keris) ini sampai sekarang masih memproduksi majalah yang kebanyakan ditujukan ke kaum sosialita, kemudian mulai merambah ke hotel dan website hangoutindo.com , tak lupa bisnis billboard Level Eight yang sudah merambah Indonesia.

Seiring waktu, Denise Tjokrosaputro sebagai CEO MPG Media merintis bisnis radio di 99.5 FM dengan nama Smooth FM. Dalam waktu relatif cepat radio ini banyak didengarkan orang Ibukota, apalagi dengan konsep more music, less talk, sengaja dibuat seperti mendengarkan aplikasi streaming musik. Konsep radio ini dirombak habis sejak punya teman di 99.9 FM bernama Virgin Radio menjadi lebih personal dan sedikit bicara.

Etnikom

Sebenarnya di Ibukota hanya ada satu stasiun yaitu Bens Radio 106.2 FM. Namun, di luar Jakarta ada dua stasiun Etnikom yang ada di wilayah masih bisa menangkap radio Jakarta. Mereka adalah 93.7 Krakatau Radio Cilegon dan 96.9 ADS Radio Cikampek. Twisctre.com memasukkan ke daftar karena masih ada kemungkinan singgungan antara radio-radio ini dengan radio Ibukota.

Grup Etnikom merupakan nama lain dari grup Bens Radio, mereka fokus kepada musik etnik (lagu daerah), tentu juga musik dangdut dan pop Indonesia. Jaringan mereka ada satu di setiap kota, salah satunya Bandung Radio 95.2 FM. Bens Radio menjadi salah satu radio yang banyak beredar di tempat umum Ibukota di luar RDI dan Gen FM.

Semua radio di atas memegang lebih dari satu radio dan paling berpeluang besar menjadi raja di industri radio. Namun, tidak sedikit yang meskipun sendiri di Ibukota (single fighter) namun tetap menjadi pemain kuat, seperti radio Elshinta di bawah grup Emtek Indosiar, U FM milik Femina, Bandar Dangdut CBB 105.4, dan radio Bodetabek seperti Star Radio, Mersi, Elgangga, Kisi, Lesmana.

Siapa jadi raja sekarang? Jelas grup Gen FM dan MARI. Ke depan, siapa yang bisa menebak? Namun yang akan selalu menjadi raja jelas RRI, sebab mereka berslogan "sekali di udara tetap di udara".

Catatan Kaki

No comments:

Post a Comment