Karena teknologi radio ini belum siap di Indonesia, seringkali disalahartikan sebagai teknologi radio lewat streaming yang sudah marak selama hampir 10 tahun di Indonesia. Radio digital sangat berbeda.

Teknologi FM sudah sangat meraja di Indonesia selama puluhan tahun terakhir. Setelah pada tahun 1990an radio-radio papan atas yang bertengger di frekuensi AM pindah ke FM, di masa depan ada kemungkinan pindah radio massal ke siaran radio digital. Tentu alasannya sama, peningkatan kualitas audio yang dibagikan ke pendengar.

Pada tahun 2000an akhir, sekitar 2008-2009, mulai marak radio melalui internet di Indonesia, seiring tumbuhnya penggunaan dunia maya. Teknologi radio melalui Internet ini menjanjikan kualitas lebih mulus dibanding via FM, tentunya bisa didengar di manapun dan kapanpun.

Menurut salah satu CEO radio papan atas ibukota, Indonesia hanya belum siap dalam menghadapi perpindahan ke radio digital. Sehingga suatu saat, Indonesia juga akan melakukan perpindahan besar-besaran siaran dari FM ke digital. Suatu saat, siaran DAB akan marak di Indonesia - dari yang sekarang masih hanya RRI.

Inilah kenapa kita perlu mengetahui perbedaan radio digital dengan radio internet/radio streaming. Keduanya sama-sama teknologi baru dan menggunakan media digital, namun jauh berbeda. Inilah bedanya.

Tidak Perlu Koneksi Internet


Radio digital atau DAB tidak membutuhkan koneksi Internet dalam menyampaikan suara. Sementara radio streaming yang selama ini kita kenal tentu menghabiskan data atau kuota Internet, sebab untuk mengaksesnya tentu dibutuhkan Internet. Tentu teknologi radio digital sangat menjanjikan dengan kondisi Internet di Indonesia yang sering dinilai buruk.

Karena tidak menggunakan data Internet, siaran radio digital bisa ditangkap tanpa terputus (dengan alasan internet yang lambat). Namun, tetap siaran digital sampai ke telinga pendengar agak terlambat jika dibandingkan dengan radio analog dan kondisi aktual di studio.

Channel Tersedia Tergantung Kota



Radio digital seperti halnya radio FM, memiliki batasan pancar. Sebab, pemancaran DAB juga melalui tower/menara pemancar seperti radio FM. Oleh sebab itu, di tiap kota, saluran yang akan kita peroleh melalui perangkat DAB bisa berbeda. Namun "hilang sinyal" pada teknologi DAB berbeda dengan FM, karena tidak mengeluarkan suara kresek-kresek yang membuat sakit telinga.

Sementara kita semua tahu, radio melalui internet bisa didengarkan kapanpun, di manapun, selama ada koneksi Internet.

Butuh Gadget Tersendiri

Untuk menikmati siaran radio online, cukup menggunakan telepon pintar atau komputer yang terhubung internet. Sementara siaran radio DAB butuh perangkat khusus seperti radio FM pada zaman dahulu. Perangkat penangkap DAB inilah yang sempat membuat kembali maraknya radio bentuk kotak, salah satunya di Inggris Raya/UK.

Lebih Sederhana

Meskipun namanya terdengar keren, namun radio digital memiliki tampilan sesederhana radio FM. Hal yang membedakan dengan FM hanyalah tidak ada bilangan frekuensi radio (87.6, 101.0), adanya informasi nama radio dan berita/informasi yang disampaikan di bawah nama radio.

Sementara radio streaming bisa membuat situs radionya tergantung si pemilik, dan itu tidak sesederhana radio digital.

Lebih Dahulu Diciptakan 

Teknologi radio digital ditemukan tahun 1980an dan pertama kali dirilis tahun 1995. Sementara penyiaran suara melalui Internet baru dimulai tahun 1993 dan digunakan untuk stasiun radio pada 1996. Jadi, jelas siapa yang paling duluan.

Jadi, sudah pahamkah perbedaan dua teknologi radio terbaru ini? Semoga dalam waktu dekat Indonesia sudah siap bersiaran di DAB+, setelah RRI sudah membuat saluran digital. Namun jangan pernah lupakan jasa AM dan FM, juga semoga dua frekuensi ini tidak dihapuskan karena masih diperlukan pada keadaan tertentu.

Radio Digital Berbeda dengan Radio Streaming

Karena teknologi radio ini belum siap di Indonesia, seringkali disalahartikan sebagai teknologi radio lewat streaming yang sudah marak selama hampir 10 tahun di Indonesia. Radio digital sangat berbeda.

Teknologi FM sudah sangat meraja di Indonesia selama puluhan tahun terakhir. Setelah pada tahun 1990an radio-radio papan atas yang bertengger di frekuensi AM pindah ke FM, di masa depan ada kemungkinan pindah radio massal ke siaran radio digital. Tentu alasannya sama, peningkatan kualitas audio yang dibagikan ke pendengar.

Pada tahun 2000an akhir, sekitar 2008-2009, mulai marak radio melalui internet di Indonesia, seiring tumbuhnya penggunaan dunia maya. Teknologi radio melalui Internet ini menjanjikan kualitas lebih mulus dibanding via FM, tentunya bisa didengar di manapun dan kapanpun.

Menurut salah satu CEO radio papan atas ibukota, Indonesia hanya belum siap dalam menghadapi perpindahan ke radio digital. Sehingga suatu saat, Indonesia juga akan melakukan perpindahan besar-besaran siaran dari FM ke digital. Suatu saat, siaran DAB akan marak di Indonesia - dari yang sekarang masih hanya RRI.

Inilah kenapa kita perlu mengetahui perbedaan radio digital dengan radio internet/radio streaming. Keduanya sama-sama teknologi baru dan menggunakan media digital, namun jauh berbeda. Inilah bedanya.

Tidak Perlu Koneksi Internet


Radio digital atau DAB tidak membutuhkan koneksi Internet dalam menyampaikan suara. Sementara radio streaming yang selama ini kita kenal tentu menghabiskan data atau kuota Internet, sebab untuk mengaksesnya tentu dibutuhkan Internet. Tentu teknologi radio digital sangat menjanjikan dengan kondisi Internet di Indonesia yang sering dinilai buruk.

Karena tidak menggunakan data Internet, siaran radio digital bisa ditangkap tanpa terputus (dengan alasan internet yang lambat). Namun, tetap siaran digital sampai ke telinga pendengar agak terlambat jika dibandingkan dengan radio analog dan kondisi aktual di studio.

Channel Tersedia Tergantung Kota



Radio digital seperti halnya radio FM, memiliki batasan pancar. Sebab, pemancaran DAB juga melalui tower/menara pemancar seperti radio FM. Oleh sebab itu, di tiap kota, saluran yang akan kita peroleh melalui perangkat DAB bisa berbeda. Namun "hilang sinyal" pada teknologi DAB berbeda dengan FM, karena tidak mengeluarkan suara kresek-kresek yang membuat sakit telinga.

Sementara kita semua tahu, radio melalui internet bisa didengarkan kapanpun, di manapun, selama ada koneksi Internet.

Butuh Gadget Tersendiri

Untuk menikmati siaran radio online, cukup menggunakan telepon pintar atau komputer yang terhubung internet. Sementara siaran radio DAB butuh perangkat khusus seperti radio FM pada zaman dahulu. Perangkat penangkap DAB inilah yang sempat membuat kembali maraknya radio bentuk kotak, salah satunya di Inggris Raya/UK.

Lebih Sederhana

Meskipun namanya terdengar keren, namun radio digital memiliki tampilan sesederhana radio FM. Hal yang membedakan dengan FM hanyalah tidak ada bilangan frekuensi radio (87.6, 101.0), adanya informasi nama radio dan berita/informasi yang disampaikan di bawah nama radio.

Sementara radio streaming bisa membuat situs radionya tergantung si pemilik, dan itu tidak sesederhana radio digital.

Lebih Dahulu Diciptakan 

Teknologi radio digital ditemukan tahun 1980an dan pertama kali dirilis tahun 1995. Sementara penyiaran suara melalui Internet baru dimulai tahun 1993 dan digunakan untuk stasiun radio pada 1996. Jadi, jelas siapa yang paling duluan.

Jadi, sudah pahamkah perbedaan dua teknologi radio terbaru ini? Semoga dalam waktu dekat Indonesia sudah siap bersiaran di DAB+, setelah RRI sudah membuat saluran digital. Namun jangan pernah lupakan jasa AM dan FM, juga semoga dua frekuensi ini tidak dihapuskan karena masih diperlukan pada keadaan tertentu.

No comments:

Post a Comment