Kedai Starbucks di Stasiun Manggarai (christabercerita.com)
Setelah di dalam negeri Starbucks gempar, sekarang di Negeri Ginseng juga gempar gara-gara cuitan memelesetkan lagu EXO-L, grup musik kenamaan sana.

Ketika diterjemahkan dengan Google Translate menjadi

🎡Ah Woo Cold Brew Night πŸ‘―‍♂️ 🎡Ah Woo coffee you need for πŸ•Ί 🎡upgrading from today Yeah Yeah πŸ‘―‍♂️ 🎡step size up Yeah Yeah πŸ•Ί * Cold Brew of the beverage, the step sizes up to 7.8! (No siren order)


Selama ini, strategi dagang Starbucks di berbagai negara memang hanya mempromosikan layanannya saja melalui media sosial. Jarang melakukan endorse terhadap artis atau menyebut secara tidak langsung nama selebritas tertentu. Hal ini bisa kita lihat di twitter @SbuxIndonesia yang hampir semuanya mempromosikan program diskon dan varian kopi mereka. Salah satu yang paling diingat adalah promosi melalui aplikasi Line.

Ketika strategi Starbucks ini menyinggung suatu isu terkini atau nama-nama populer, tentunya menjadi buah bibir. Hal ini dipengaruhi oleh strategi Starbucks berjualan melalui media sosial. Salah satunya ketika Starbucks dikaitkan dengan isu LGBT di Indonesia. Saat ini, di Korea Selatan, mereka membuat geger lagi dengan menampilkan lirik lagu seperti di atas buat menjual varian kopi mereka. 

Exo - L (SMTown)

Ada tanggapan yang menyatakan kesenangannya karena Starbucks memerhatikan artis dengan fanbase besar tersebut. Starbucks dianggap peduli dengan dunia musik K-Pop, EXO-L terutama.
Di tengah komentar yang kebanyakan memuji langkah Starbucks dalam berjualan ini, juga pertanyaan soal promosi tersebut, terdapat cuitan yang mengkritik Starbucks karena terlalu mencampuri urusan pribadi adminnya dengan berjualan. Hal itu terlepas dari penggunaan lirik lagu tersebut merupakan strategi niaga apa bukan.

Kalau ditelusur lebih jauh lagi, terjadi perdebatan apakah boleh menggunakan official account untuk mempromosikan suara hati sang admin, atau mengetwit dengan gaya informal. Apalagi Starbucks sudah terkenal dengan branding profesional di media sosial.

Netizen Korea Selatan yang hadir dalam debat dunia maya tersebut kebanyakan menanggapi biasa saja atau dengan membalas "kkkkk" (γ…‹γ…‹γ…‹ , seperti "wkwkwk" dalam bahasa Indonesia) karena kelucuan sang admin. Orang-orang yang kontra mengkritik sang admin karena ketidakprofesionalan. Penggunaan akun media sosial, menurut mereka, seharusnya lebih formal dan sesuai dengan branding yang mau dibangun.

Di Indonesia sendiri, posting yang berasal dari media sosial milik Starbucks belum pernah mengalami kontroversi dan perdebatan. Tweet yang dikeluarkan @SbuxIndonesia selalu berbahasa Inggris, kecuali yang berupa retweet akun lain. Akan tetapi, untuk berjualan via Line, papan iklan, atau KRL Commuter Line, Starbucks tetap menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.

Ya, mari berdoa supaya akun-akun @SbuxIndonesia dijauhkan dari segala kontroversi yang tidak perlu. Kita juga berharap supaya profesionalitas admin @SbuxIndonesia bisa dijaga agar tidak terjadi ribut-ribut yang bisa merusak nama korporasi ini.

Strategi Niaga Starbucks Korea Menyerempet EXO, Indonesia?

Kedai Starbucks di Stasiun Manggarai (christabercerita.com)
Setelah di dalam negeri Starbucks gempar, sekarang di Negeri Ginseng juga gempar gara-gara cuitan memelesetkan lagu EXO-L, grup musik kenamaan sana.

Ketika diterjemahkan dengan Google Translate menjadi

🎡Ah Woo Cold Brew Night πŸ‘―‍♂️ 🎡Ah Woo coffee you need for πŸ•Ί 🎡upgrading from today Yeah Yeah πŸ‘―‍♂️ 🎡step size up Yeah Yeah πŸ•Ί * Cold Brew of the beverage, the step sizes up to 7.8! (No siren order)


Selama ini, strategi dagang Starbucks di berbagai negara memang hanya mempromosikan layanannya saja melalui media sosial. Jarang melakukan endorse terhadap artis atau menyebut secara tidak langsung nama selebritas tertentu. Hal ini bisa kita lihat di twitter @SbuxIndonesia yang hampir semuanya mempromosikan program diskon dan varian kopi mereka. Salah satu yang paling diingat adalah promosi melalui aplikasi Line.

Ketika strategi Starbucks ini menyinggung suatu isu terkini atau nama-nama populer, tentunya menjadi buah bibir. Hal ini dipengaruhi oleh strategi Starbucks berjualan melalui media sosial. Salah satunya ketika Starbucks dikaitkan dengan isu LGBT di Indonesia. Saat ini, di Korea Selatan, mereka membuat geger lagi dengan menampilkan lirik lagu seperti di atas buat menjual varian kopi mereka. 

Exo - L (SMTown)

Ada tanggapan yang menyatakan kesenangannya karena Starbucks memerhatikan artis dengan fanbase besar tersebut. Starbucks dianggap peduli dengan dunia musik K-Pop, EXO-L terutama.
Di tengah komentar yang kebanyakan memuji langkah Starbucks dalam berjualan ini, juga pertanyaan soal promosi tersebut, terdapat cuitan yang mengkritik Starbucks karena terlalu mencampuri urusan pribadi adminnya dengan berjualan. Hal itu terlepas dari penggunaan lirik lagu tersebut merupakan strategi niaga apa bukan.

Kalau ditelusur lebih jauh lagi, terjadi perdebatan apakah boleh menggunakan official account untuk mempromosikan suara hati sang admin, atau mengetwit dengan gaya informal. Apalagi Starbucks sudah terkenal dengan branding profesional di media sosial.

Netizen Korea Selatan yang hadir dalam debat dunia maya tersebut kebanyakan menanggapi biasa saja atau dengan membalas "kkkkk" (γ…‹γ…‹γ…‹ , seperti "wkwkwk" dalam bahasa Indonesia) karena kelucuan sang admin. Orang-orang yang kontra mengkritik sang admin karena ketidakprofesionalan. Penggunaan akun media sosial, menurut mereka, seharusnya lebih formal dan sesuai dengan branding yang mau dibangun.

Di Indonesia sendiri, posting yang berasal dari media sosial milik Starbucks belum pernah mengalami kontroversi dan perdebatan. Tweet yang dikeluarkan @SbuxIndonesia selalu berbahasa Inggris, kecuali yang berupa retweet akun lain. Akan tetapi, untuk berjualan via Line, papan iklan, atau KRL Commuter Line, Starbucks tetap menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.

Ya, mari berdoa supaya akun-akun @SbuxIndonesia dijauhkan dari segala kontroversi yang tidak perlu. Kita juga berharap supaya profesionalitas admin @SbuxIndonesia bisa dijaga agar tidak terjadi ribut-ribut yang bisa merusak nama korporasi ini.

No comments:

Post a Comment