Seorang bernama Yana Teddy bersama keluarganya berhasil melakukan perjalanan dari Indonesia sampai Belanda. Dengan keadaan mobil berdebu dan menggunakan tempelan unik Right Hand Drive di balik mobilnya, mobil mereka terparkir di sebuah tempat di Belanda.

Hal ini viral karena akun Line milik Adila Clevana A membuat posting tentang kegiatan om dan tantenya tersebut. Dalam post tersebut, Adila menjelaskan perjalanan Yana dari Indonesia sampai ke Belanda. Perjalanan yang benar-benar mengemudi adalah Singapura-Malaysia dan Kamboja-Belanda, karena perjalanan Indonesia (Jakarta)-Singapura dan Malaysia ke Kamboja melalui laut.


Adila sebagai pemilik akun Line tidak ikut dalam perjalanan ini. Melalui post Line di atas, Adila hanya memberitakan kegiatan om dan tantenya yang menyupir jarak jauh. Menurut salah satu komentator di post tersebut, sebenarnya cukup banyak plat lokal Indonesia di Belanda. Akan tetapi, jarang yang menyupir langsung dari Indonesia ke Belanda, berhubung masih bisa menggunakan jalur laut untuk mengirimkan mobil tersebut. Jasa jalur laut ini kerap disebut forwarder.


Perjalanan 4 Bulan

Sesi perjalanan lalu lintas kiri dilakukan dari Singapura ke Malaysia dan perjalanan di Jakarta saja. Selebihnya, dari Kamboja sampai ke Belanda sepenuhnya lalu lintas kanan, terbalik dengan di Indonesia. Tantangan ini tentu membuat Yana Teddy agak kesulitan dalam mengendarai mobilnya, sampai harus ditempelkan stiker Right Hand Drive untuk membuat pengendara lain maklum dengan mobil asing tersebut.

Total perjalanan ini memakan waktu 3 bulan dari 13 Mei, dan tanpa jalur laut dari 30 Mei sampai 11 Agustus 2017. Sehingga yang benar-benar melalui jalur darat tanpa terputus memakan waktu 2 bulan 13 hari. Perjalanan agak dipercepat dengan penggunaan jalur laut dan udara karena keterbatasan waktu visa yang diberikan oleh pemerintah China.

Rute Perjalanan

Saat Twisctre.com menurunkan artikel ini, Yana Teddy sedang melakukan upload untuk foto-foto lama mereka di Instagram @indoasiaeuro_bycar . Akun tersebut direncanakan menjadi catatan perjalanan dari Yana Teddy selama berkelana dengan mobil B 1891 PLO tersebut. Mereka akan meneruskan perjalanannya ke Eropa Tengah, Turki, dan Asia Tengah. Ditargetkan kembali ke Indonesia pada bulan November.

Tidak dijelaskan bagaimana mereka akan mengakhiri perjalanan di Indonesia, berhubung ada pilihan melalui pulau Sumatera atau kembali lewat Malaysia-Singapura. Saat mengawali perjalanan meninggalkan Indonesia, Yana Teddy mengakui bahwa pilihan mengurangi menyupir dari Indonesia sampai Kamboja ketimbang lewat Sumatera karena mengejar waktu visa yang terbatas di China.

Pada saat pergi, negara yang disebutkan dilalui adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Kamboja, Laos (mereka tidak melalui Vietnam seperti disebut Adila), China, Rusia, Finlandia, Norwegia, Swedia, dan mengakhiri perjalanan di Belanda. Akan tetapi, Twisctre.com masih menunggu update dari akun Instagram Yana Teddy.

Banyak Tantangan

Tantangan yang ditemui tergolong banyak berhubung perjalanan ini sangat jauh. Mobil yang dikendarai Om Teddy (berhubung Tante Yana tidak bisa mengemudi) beberapa kali berganti spare parts, oli, dan tentu mengisi bensin berulang kali. 


Di foto ini, terlihat cukup jelas bawaan yang masuk mobil adalah pakaian yang berkoper-koper, spare parts, oli cadangan, dan semua perlengkapan darurat untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. Dengan persiapan begini, kadang masih memerlukan transaksi membeli kebutuhan di negara lain.

Selain bawaan segudang dan masalah ketahanan mobil, salah satu masalah utama adalah sedikitnya visa kendara yang diberikan pemerintah China, hanya 9 hari berkendara dari perbatasan Laos ke perbatasan Rusia, di mana jarak tersebut kira-kira 3900 km. Jarak tersebut sejauh Banda Aceh ke Dili (Timor Leste), jarak terjauh di negara Indonesia yang bisa ditempuh hanya dengan menyeberang selat (tanpa lewat lautan luas). Namun yang membedakan di China, tidak ada jeda lautan sama sekali dengan jarak sejauh itu.

Masalah lain adalah perizinan atau membuat mobil Indonesia bisa lari di negara orang. Hal ini sebenarnya sudah diurus oleh pihak agensi/tour yang diajak kerjasama oleh Yana Teddy. Prosedur ini berbeda untuk setiap negara yang dilalui.

Masalah terakhir yang cukup signifikan adalah transaksi dengan mata uang asing dan masalah komunikasi. Mereka selalu menggunakan USD (dollar AS) utamanya untuk transaksi, namun setiap singgah di negara tertentu, mereka menukar uang menjadi mata uang setempat. Untuk komunikasi, mereka menggunakan SIM Card Indonesia sampai ke China, namun sejak Rusia sampai kawasan Eropa menggunakan SIM Card baru, berhubung perjalanan yang sangat panjang melalui kawasan Eropa tersebut.

Saat ini, mereka masih membuka pertanyaan dan dukungan melalui Instagram @indoasiaeuro_bycar dan melalui post Line Adila, keponakan Yana Teddy. Ada juga beberapa forum yang membahas kegiatan ini.

Marilah kita terus dukung orang-orang yang berusaha mengharumkan nama bangsa di luar negeri!

Yana Teddy Menyupir Mobil dari Jakarta ke Belanda


Seorang bernama Yana Teddy bersama keluarganya berhasil melakukan perjalanan dari Indonesia sampai Belanda. Dengan keadaan mobil berdebu dan menggunakan tempelan unik Right Hand Drive di balik mobilnya, mobil mereka terparkir di sebuah tempat di Belanda.

Hal ini viral karena akun Line milik Adila Clevana A membuat posting tentang kegiatan om dan tantenya tersebut. Dalam post tersebut, Adila menjelaskan perjalanan Yana dari Indonesia sampai ke Belanda. Perjalanan yang benar-benar mengemudi adalah Singapura-Malaysia dan Kamboja-Belanda, karena perjalanan Indonesia (Jakarta)-Singapura dan Malaysia ke Kamboja melalui laut.


Adila sebagai pemilik akun Line tidak ikut dalam perjalanan ini. Melalui post Line di atas, Adila hanya memberitakan kegiatan om dan tantenya yang menyupir jarak jauh. Menurut salah satu komentator di post tersebut, sebenarnya cukup banyak plat lokal Indonesia di Belanda. Akan tetapi, jarang yang menyupir langsung dari Indonesia ke Belanda, berhubung masih bisa menggunakan jalur laut untuk mengirimkan mobil tersebut. Jasa jalur laut ini kerap disebut forwarder.


Perjalanan 4 Bulan

Sesi perjalanan lalu lintas kiri dilakukan dari Singapura ke Malaysia dan perjalanan di Jakarta saja. Selebihnya, dari Kamboja sampai ke Belanda sepenuhnya lalu lintas kanan, terbalik dengan di Indonesia. Tantangan ini tentu membuat Yana Teddy agak kesulitan dalam mengendarai mobilnya, sampai harus ditempelkan stiker Right Hand Drive untuk membuat pengendara lain maklum dengan mobil asing tersebut.

Total perjalanan ini memakan waktu 3 bulan dari 13 Mei, dan tanpa jalur laut dari 30 Mei sampai 11 Agustus 2017. Sehingga yang benar-benar melalui jalur darat tanpa terputus memakan waktu 2 bulan 13 hari. Perjalanan agak dipercepat dengan penggunaan jalur laut dan udara karena keterbatasan waktu visa yang diberikan oleh pemerintah China.

Rute Perjalanan

Saat Twisctre.com menurunkan artikel ini, Yana Teddy sedang melakukan upload untuk foto-foto lama mereka di Instagram @indoasiaeuro_bycar . Akun tersebut direncanakan menjadi catatan perjalanan dari Yana Teddy selama berkelana dengan mobil B 1891 PLO tersebut. Mereka akan meneruskan perjalanannya ke Eropa Tengah, Turki, dan Asia Tengah. Ditargetkan kembali ke Indonesia pada bulan November.

Tidak dijelaskan bagaimana mereka akan mengakhiri perjalanan di Indonesia, berhubung ada pilihan melalui pulau Sumatera atau kembali lewat Malaysia-Singapura. Saat mengawali perjalanan meninggalkan Indonesia, Yana Teddy mengakui bahwa pilihan mengurangi menyupir dari Indonesia sampai Kamboja ketimbang lewat Sumatera karena mengejar waktu visa yang terbatas di China.

Pada saat pergi, negara yang disebutkan dilalui adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Kamboja, Laos (mereka tidak melalui Vietnam seperti disebut Adila), China, Rusia, Finlandia, Norwegia, Swedia, dan mengakhiri perjalanan di Belanda. Akan tetapi, Twisctre.com masih menunggu update dari akun Instagram Yana Teddy.

Banyak Tantangan

Tantangan yang ditemui tergolong banyak berhubung perjalanan ini sangat jauh. Mobil yang dikendarai Om Teddy (berhubung Tante Yana tidak bisa mengemudi) beberapa kali berganti spare parts, oli, dan tentu mengisi bensin berulang kali. 


Di foto ini, terlihat cukup jelas bawaan yang masuk mobil adalah pakaian yang berkoper-koper, spare parts, oli cadangan, dan semua perlengkapan darurat untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. Dengan persiapan begini, kadang masih memerlukan transaksi membeli kebutuhan di negara lain.

Selain bawaan segudang dan masalah ketahanan mobil, salah satu masalah utama adalah sedikitnya visa kendara yang diberikan pemerintah China, hanya 9 hari berkendara dari perbatasan Laos ke perbatasan Rusia, di mana jarak tersebut kira-kira 3900 km. Jarak tersebut sejauh Banda Aceh ke Dili (Timor Leste), jarak terjauh di negara Indonesia yang bisa ditempuh hanya dengan menyeberang selat (tanpa lewat lautan luas). Namun yang membedakan di China, tidak ada jeda lautan sama sekali dengan jarak sejauh itu.

Masalah lain adalah perizinan atau membuat mobil Indonesia bisa lari di negara orang. Hal ini sebenarnya sudah diurus oleh pihak agensi/tour yang diajak kerjasama oleh Yana Teddy. Prosedur ini berbeda untuk setiap negara yang dilalui.

Masalah terakhir yang cukup signifikan adalah transaksi dengan mata uang asing dan masalah komunikasi. Mereka selalu menggunakan USD (dollar AS) utamanya untuk transaksi, namun setiap singgah di negara tertentu, mereka menukar uang menjadi mata uang setempat. Untuk komunikasi, mereka menggunakan SIM Card Indonesia sampai ke China, namun sejak Rusia sampai kawasan Eropa menggunakan SIM Card baru, berhubung perjalanan yang sangat panjang melalui kawasan Eropa tersebut.

Saat ini, mereka masih membuka pertanyaan dan dukungan melalui Instagram @indoasiaeuro_bycar dan melalui post Line Adila, keponakan Yana Teddy. Ada juga beberapa forum yang membahas kegiatan ini.

Marilah kita terus dukung orang-orang yang berusaha mengharumkan nama bangsa di luar negeri!

No comments:

Post a Comment